Adonan dimasukkan ke dalam cetakan khusus yang terbuat dari tempurung kelapa yang dilubangi. Lubangnya sekitar 31 lubang kecil-kecil, tergantung dari besar kecilnya tempurung. Tiap lubang ukurannya kira-kira sebesar biji lada.

Posisi cetakan berisi adonan tadi, berada tepat di atas minyak goreng yang sudah panas. Lalu adonan itu akan keluar dan jatuh ke dalam minyak goreng melalui lubang tempurung, yang sebesar biji lada itu. Bentuk adonan saat jatuh, panjang-panjang seperti mie.

Kemudian, saat setengah matang, adonan harus segera dibentuk sesuai keinginan Anda. Jika adonan terlambat dibentuk, yaitu pada saat sudah matang dan garing, niscaya karasi akan menjadi hancur (patah-patah). Jadi, saat membuat karasi tangan harus bergerak cepat dan cekatan.

Baca juga: Enak dan Lembut, Ini Resep Terang Bulan Mini

Masyarakat Tomia sendiri mengenal sekitar tiga belas model Karasi. Sepuluh di antaranya muncul sejak zaman dulu sekali, dan tiga di antaranya muncul di sekitar tahun 2000-an. Berikut macam-macamnya: