Total tiang pancang yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung sebanyak 652 titik, di mana tahap I akan dipancang di 341 titik. Pemasangan tiang pancang akan menggunakan sistem hidrolik, sehigga tidak menimbulkan getaran yang berarti sehingga aktivitas kerja di kantor lama tidak terganggu.

Teknik pembangunan kantor gubernur yang menelan anggaran sebesar Rp 400 miliar tersebut, menggunakan sistem hidrolik atau injeksi. Dimana sistem hidrolik ini merupakan teknologi terbaru yang ramah lingkungan, sehingga tidak mengganggu aktifitas pemerintahan maupun masyarakat sekitar.

Pembangunan gedung baru kantor gubernur yang berlokasi di belakang gedung lama, berdiri di atas lahan seluas 14,7 hektar dan diperkirakan rampung 2024. Sementara pekerjaan tahap I mega proyek ini diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 27 miliar menggunakan dana APBD provinsi dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2022 mendatang.

Suasana peresmian pembangunan gedung baru Gubernur Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.

 

Sejak awal kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abuanwas, pemerintah daerah telah berkomitmen untuk membangun Bumi Anoa agar mencapai kemajuan di segala sektor pembangunan, di antaranya adalah infrastruktur.