Sebelum menjadi wakil gubernur Sulawesi Tenggara, ia pernah sukses memimpin Kabupaten Konawe dua periode. Menjadi jenderal PNS di Sultra, setelahnya. Siapa sangka, sebelum menjadi orang terhormat, ia memulai karir ASN dari pegawai golongan rendah.
Mulai dari golongan II/A, lalu menjadi topnya birokrat di Sultra alias Sekda Provinsi sangat mentereng, tetapi tak bikin Dr. H. Lukman Abunawas, SH, M.Si lupa diri. Santun dan rendah hati senantiasa terpancar dari sikapnya.
Lukman Abunawas yang saat itu baru berusia 18 tahun, dengan mantap melamar menjadi PNS usai tamat SMA. Ia pun lulus tes PNS. Berbekal ijazah SMA, ia tentu hanya tercatat sebagai PNS dengan pangkat/golongan II/A di Pemda Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Wagub Sultra Lukman Abunawas melepas barisan gerak jalan. foto istimewa
Ikhwal kisah. Pria kelahiran Wawotobi 11 September 1958, itu merantau ke Sulawesi Selatan guna menuntut ilmu. Mimpi Lukman muda adalah menjadi seorang dokter. Tahun 1975, Lukman ke Makassar untuk mendaftar di Fakultas Kedokteran Unhas. Namun, Lukman harus mengubur cita-citanya karena saat tiba di Makassar ternyata pendaftaran di Fakultas Kedokteran Unhas sudah ditutup.
