Tak patah semangat, Lukman kemudian beralih mendaftar di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Makassar.  Guna memuluskan cita-citanya itu, ia balik ke Kendari meminta rekomendasi pada H. Anas Bunggasi, yang kala itu menjabat Sekda Kabupaten Kendari. Lukman pun lulus APDN Makassar.

Kuliah baru seminggu, Lukman mendapat informasi terbuka pendaftaran pegawai negeri di Departemen Kesehatan. Lukman pun mendaftar dan dinyatakan lulus sebagai tenaga kesehatan lingkungan di Departemen Kesehatan Pemda Kabupaten Maros. 

Wagub Lukman Abunawas bersama Gubernur Ali Mazi pada acara HUT perhubungan. foto istimewa

Kuliah sambil bekerja, harus dilakoni Lukman untuk meringankan biaya kuliahnya. H. Abunawas, sang ayah, yang tak lain mantan Bupati Kendari telah meninggal dunia.  Ibunya, Hj. Siti Djuhuriah seorang guru dengan penghasilan terbatas. Itulah asalan Lukman muda mesti membantu ibunya bekerja, karena gaji sang ibu sebagai guru untuk membiayai kehidupan sehari-hari sekaligus biaya sekolah adik-adiknya.

Begitu diangkat PNS pada 1 Juni 1976, Lukman ditugaskan instansinya mengikuti kursus tiga bulan. Hal ini menyebabkan Lukman yang semula hanya mengambil cuti, akhirnya tak dapat melanjutkan kuliahnya di APDN Makassar. Kuliah di APDN pun bubar.