Dia mengatakan suap Rp 1,4 miliar itu berasal dari anggaran Pemkab Kepulauan Meranti yang disetorkan ke travel umrah. Menurutnya, dari setiap lima orang yang berangkat umrah, maka ada bonus satu pemberangkatan gratis. Nah, bonus gratis ini juga dihitung sebagai pemberangkatan berbayar sehingga kelebihan bayar itu dijadikan suap untuk Adil.

Baca Juga: KPK OTT Bupati Meranti, 5 Pejabat Penting Ikut Diseret

"PT TM itu setiap lima jemaah yang akan berangkat umrah, yang keenam itu gratis. Itu program resmi dari PT TM. Tapi, oleh FN ini juga ditagihkan ke APBD. Jadi biaya keenam inilah yang kemudian selanjutnya diberikan ke MA (Bupati Adil) senilai Rp 1,4 miliar," kata Alexander.

Menyuap Pemeriksa BPK

KPK juga menjerat Adil sebagai tersangka pemberi suap. Dia diduga memberi suap kepada Pemeriksa Muda BPK Riau, M Fahmi Aressa. Suap tersebut diduga diberikan agar Pemkab Kepulauan Meranti mendapat predikat wajar tanpa pengecualian dari BPK.