Elfi juga menegaskan, fogging ini hanya mematikan nyamuk dewasa, karena fogging tidak membasmi secara keseluruhan yang menjadi cikal bakal dari nyamuk dewasa penyebar DBD.

Selain fogging, Dinkes juga melakukan survei aktif terhadap orang-orang yang sudah terkena DBD dengan tujuan untuk mengetahui potensi penularannya dan mencari indikasi wilayah agar dapat mengoptimalkan antisipasi penyebaran DBD.

Elfi juga mengatakan, hingga saat ini kasus DBD terus mengalami kenaikan dibanding di bulan-bulan sebelumnya dan wilayah Kota Kendari juga merupakan salah satu wilayah kasus DBD terbanyak.

"Kasus DBD untuk wilayah Kota Kendari mengalami peningkatan dan sejauh ini sudah dua orang meninggal dunia karena kasus DBD," ujarnya lagi.

Baca Juga: Kota Kendari Jadi Penderita DBD Tertinggi se-Sulawesi Tenggara, Capai 195 Kasus