Pakar kesehatan dan brand ambassador TENA Men, dr. Hilary Jones, menjelaskan bahwa memakai celana atau pakaian dalam ketat yang tidak pas dapat merusak kesehatan pria.
Menurut dr. Jones, mengenakan celana ketat dalam waktu lama dapat menyebabkan infeksi saluran kemih yang membuat kandung kemih bekerja berlebihan.
Masalah pada kandung kemih ini juga bisa berakibat pada penurunan jumlah sperma serta terjadinya infeksi jamur. Suhu testis yang lebih rendah dari suhu inti tubuh adalah syarat penting untuk menghasilkan sperma yang berkualitas.
Oleh karena itu, testis berada di luar rongga badan agar suhunya tetap rendah atau dingin. Namun, penggunaan celana dalam yang ketat dapat menyebabkan suhu testis meningkat, yang pada akhirnya mempengaruhi produksi dan pergerakan sperma.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengenakan celana dalam ketat memiliki risiko lebih besar mengalami penurunan jumlah dan kualitas sperma dibandingkan dengan pria yang mengenakan celana dalam yang lebih longgar atau pas.
