KENDARI, TELISK.ID - Suara teriakan Ibu dan pintu yang digedor-gedor saat sahur menjadi hal kecil yang dirindukan Andi Zahra (20) di saat bulan suci Ramadan sekarang ini.

Andi Zahra yang saat ini kuliah di Universitas Sulawesi Halu Oleo, Fakultas Ekonomi, tidak bisa mudik karena larangan dari pemerintah. Ia terpaksa menghabiskan waktunya pada Ramadan kali ini sendirian di kamar kos di Kendari, mungkin juga sampai perayaan Idul Fitri mendatang.

"Tidak jauh sebenarnya antara Kendari dengan kampung saya Bulukumba, Sulawesi Selatan, tapi khawatir COVID-19 ini, jadi diminta tidak pulang," kata dia saat berbincang dengan Telisk.id, Sabtu malam (16/05/2020).

Diakui Zahra, selama menunaikan ibadah puasa di perantauan, sebagai anak kos dia harus mencari sendiri makanan untuk sahur pada dini hari. Tapi, Ramadan kali ini berbeda, karena imbauan Pemerintah Kota Kendari untuk tetap di rumah saja.

Baca juga: Permandian Gua Maobu, Destinasi Wisata Favorit di Buton Tengah