Keingintahuan itu akhirnya membawa Ayana mempelajari budaya Timur Tengah selama sembilan tahun. Di tengah pencariannya, Ayana memutuskan untuk memeluk Islam pada tahun 2012. Namun, keputusannya ini mendapat penolakan dari keluarga, terutama orang tuanya.

Baca Juga: Mantan Pendeta Mualaf Usai Memurtadkan 3.000 Orang

Ayana mengungkapkan bahwa keluarganya ateis dan sulit menerima keyakinan yang ia pilih. Kondisi ini memaksa Ayana untuk berjuang sendirian, termasuk saat belajar di Malaysia.

“Orang tua saya tidak support. Waktu saya ke Malaysia, saya harus cari uang sendiri. Itu memang susah, tapi saya pikir itu ujian dari Allah SWT,” tutur Ayana.

Baginya, ujian tersebut justru membuatnya semakin kuat dan memahami arti kehidupan yang sesungguhnya. Penolakan keluarga bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Ayana.