Baca Juga: Update Jadwal Kapal Pelni dari Pelabuhan Murhum Baubau Periode Juni 2024

Sebagai mahasiswa S2 di Yogyakarta, Chendy menggabungkan pendidikan formalnya dengan pengabdiannya pada budaya lokal yang didukung oleh Beasiswa Pelaku Budaya (BPI).

Lahir dan besar di Baubau, Chendy melihat seni dan budaya sebagai elemen hidup yang dinamis. Ia melihat seni dan budaya bukan sekadar warisan mati. Baginya, kesenian adalah alat hidup yang melayani manusia dan masyarakat.

Selain karyanya di Baubau, Chendy juga aktif berkontribusi dalam dunia teater tradisi di Makassar. Ia sering berperan sebagai aktor, sutradara, dan penulis naskah dalam berbagai pementasan yang diadakan oleh Lembaga Terkam FSD UNM, Teater Kita Makassar, dan Dewan Kesenian Makassar. Partisipasinya dalam acara-acara besar seperti Festival Teater Mahasiswa Indonesia, Gau Maraja, dan Festival Eight (F8) menunjukkan komitmennya dalam memajukan seni tradisional Buton di panggung yang lebih luas.

Di Yogyakarta, Chendy memperluas jangkauannya dengan memperkenalkan nilai-nilai budaya Buton kepada masyarakat luar melalui karya seni. Film dokumenter eksperimentalnya yang berdurasi 10 menit berjudul Sarapatanguna.