Selasa, 11 Februari 2020, ia meninggalkan Kendari menuju Makassar untuk mengikuti kursus bahasa Jepang. Mampu berbahasa Jepang adalah anak tangga pertama yang harus ditempuhnya. Saat melangkahkan kakinya masuk ke dalam pesawat, ia menginsyafi bahwa segalanya tak akan lagi sama.

Indi, gadis energik itu biasa disapa. Sebenarnya telah bekerja sebagai staf di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kendari. Telah setahun ia bekerja di tempat ini. Waktu setahun sudah sangat cukup bagi manusia untuk terbiasa dengan rutinitas dan akrab dengan seluruh karyawan. Canda tawa sudah biasa terselip di sela-sela berbagai aktivitas di kantor itu.

Baca juga: Social Distancing dan Dilematika Mahasiswa Rantau

Indi adalah salah satu founder Rumah Sedekah Sampah Eng Indie (RSSEI) Kendari. Lembaga yang bergerak pada environmental care demi menjaga kelestarian lingkungan. RSSEI didirikan pada November 2019. Masih seumur jagung, tapi sudah pernah tayang di acara televisi nasional (TVRI). Ia harus meninggalkan skuatnya itu, lagi-lagi demi mimpinya lanjut studi di negeri yang terkenal paling disiplin di dunia.

Indi juga adalah Ketua yang membidangi Immawati (kader putri) di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara. Organisasi mahasiswa yang telah banyak mendidiknya. IMM adalah rumah kedua baginya, penuh suasana kekeluargaan dan keakraban.