Baca juga: Dampak Ekonomi Pandemi Bisa Lebih Buruk, Perempuan Solusinya
Virolog dan ahli biologi memberikan peringatan bahwa rusaknya ekosistem hutan punya kontribusi yang besar dalam penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit yang dibawa oleh binatang. Rusaknya habitat hidup binatang menyebabkan binatang bermigrasi hingga menjangkau habitat hidup manusia.
Menurutnya, manusia kerap tidak memperhitungkan akibat dari perbuatannya. Kesewenang-wenangan dalam mengeruk sumber daya alam, misalnya. Padahal dampak kerusakan alam tidak hanya untuk yang merusak alam itu saja, pun kepada manusia umumnya. Kita semua termasuk. Pandemi telah membuktikan itu.
"Selama ini manusia tidak banyak memperhitungkan dampak perbuatan terhadap makhluk di luar dirinya, terutama makhluk nanomikro, seperti virus COVID-19," ungkap pria kelahiran 23 Februari 1983 itu. Tindakan manusia terhubung langsung dengan rusaknya habitat atau ekosistem virus. Sehingga penting untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat merawat lingkungan.
Kedua, nilai revolusi dari pandemi dan puasa adalah kesalehan ekologi yang terejawantahkan dalam perilaku. Menurutnya perlu langkah-langkah konkret dalam usaha melestarikan lingkungan hidup, seperti memastikan sumber-sumber air tidak dirusak oleh tangan-tangan kita, termasuk juga tidak boros dalam menggunakan air, juga tidak boros dalam penggunaan listrik.
