"Sebagai tokoh masyarakat kami sudah bernegosiasi dengan Pemprov Sulawesi Tenggara, namun hasilnya nihil dan hak milik yang didambakan petani sampai hari ini tidak ada," ungkapnya saat pesta panen padi di kawasan persawahan Amohalo Kecamatan Baruga, Jumat (16/6/2023).
Mereka berharap Pejabat (Pj) Wali Kota Kendari, bisa memfasilitasi mereka untuk menyelesaikan persoalan itu, agar petani Amohalo bisa kembali mengolah lahannya.
Sementara itu Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengaku, akan mengkonsolidasikan persoalan itu di internal pemerintah kota, kemudian akan dikoordinasikan dengan Pemprov Sulawesi Tenggara untuk mendapatkan solusi.
"Tentu butuh proses, saya hanya berharap ada dukungan dan doa dari masyarakat ya, untuk sama-sama kita carikan jalan keluarnya, karena tanpa dukungan masyarakat saya pikir ini semua akan sia-sia," ungkapan.
Pj wali kota juga memberi apresiasi pada gapoktan yang bekerja keras mengolah lahan di kawasan Amohalo, sehingga bisa memproduksi padi.
