Tentu itu bukan tanpa sebab, karena pada dasarnya kulit kamu akan lebih sensitif dan rentan terhadap potongan bulu yang tertinggal setelah mencukur bulu kemaluan. Hal ini akan membuat gesekan apa pun saat berhubungan seksual lebih berisiko menghasilkan iritasi.
Luka di daerah kemaluan, baik itu di vagina atau penis, dapat menjadi pintu utama bagi virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Karena daerah kemaluan dan alat kelamin lebih rentan terhadap infeksi herpes meski dengan luka yang sangat kecil.
Dikutip dari Idntimes.com, seperti halnya rambut lainnya di tubuh (rambut kepala, ketiak, alis, bulu hidung, atau bulu mata), rambut kemaluan juga memiliki banyak fungsi penting.
Ini dapat melindungi area genital yang sangat sensitif, menjebak kotoran atau puing-puing yang berpotensi berbahaya, menghasilkan minyak (sebum) yang dapat mencegah perkembangbiakan bakteri penyebab penyakit, serta melindungi dari infeksi tertentu seperti selulitis, infeksi menular seksual (IMS), infeksi saluran kemih (ISK), dan vaginitis.
Baca Juga: 7 Hal ini Tak Boleh Dilakukan Usai Berhubungan Seks
