Sementara kaitannya dengan seks, rambut kemaluan sering kali disebut sebagai tanda kematangan seksual karena muncul saat pubertas. Bahkan pada masa lalu, ini digunakan sebagai isyarat visual bagi calon pasangan.

Selain itu, dalam beberapa teori, rambut kemaluan juga dihubungkan dengan transmisi feromon, yaitu bahan kimia pembawa "aroma" tertentu yang dapat meningkatkan daya tarik kita di depan pasangan.

Akan tetapi, sebagian besar studi ilmiah terkontrol belum menunjukkan bukti kuat akan hal ini. Tak hanya itu, rambut kemaluan juga berfungsi untuk mengurangi gesekan saat berhubungan seks, yang terkadang ini juga disebut sebagai pelumas kering, karena lebih mudah menggosok rambut ke rambut daripada kulit ke kulit.

Menariknya lagi, ini juga dapat menjaga kehangatan alat kelamin yang merupakan salah satu faktor penting dalam gairah seksual. (A)

Penulis: Adinda Septia Putri