Sopir Angkot yang mengambil jalur Anduonohu-Pasar Wua Wua Kota Kendari itu mengaku, tutupnya sekolah dan universitas juga menjadi salah satu faktor penyumbang berkurangnya pendapatan.
Padahal, kata dia, meski anak sekolahan membayar cukup murah, namun sering dimuat sebagai penumpang, belum lagi banyak sekolah di area Anduonohu yang kini harus tutup karena COVID-19 melanda.
"Biar anak sekolah itu bayar 2000-3000 rupiah tapi kan sering kita muat. Jadi cukup lancar juga pemasukan. Tapi sekarang ini tutup semua sekolah, makanya penumpang kurang sekali," curhatnya.
Pria tiga anak itu juga menerangkan, saat ini dalam sehari dirinya hanya mampu mendapat Rp 200 ribu saja jika beruntung.
Baca juga: Sekda Kota Kendari Ajak Pengunjuk Rasa ke Ruang Isolasi Jika Tak Percaya COVID-19
