Termasuk isu saat latihan olahraga itu, ia menilai sudah dipelintir sehingga terlihat ada tindakan asusila yang terjadi.

"Ini lah yang diplintir atau didesain sedemikian rupa bahwa saya melakukan tindakan asusila itu. Sebelumnya, saya juga sudah minta maaf kepada siswi bersangkutan dan keluarganya," jelasnya.

Apalagi kata dia, setelah menjabat Kepala SKO, ia dipindah tugaskan di SMAN 10 Kendari selama tiga tahun, sejak 2017 lalu.

"Selama jadi guru saya tidak pernah dipermasalahkan. Jadi kalau ada yang salah, silakan proses secara hukum," katanya.

Diketahui, sejumlah pelajar dan alumni SMAN 9 Kendari telah melakukan demo di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Senin (19/10/2020).