Dalam persidangan, FS bersikeras bahwa penembakan terhadap J berlatar belakang ketersinggungan harga dirinya. Sebab, korban UU telah melecehkan istrinya ketika di rumahnya yang di Magelang, Jateng --bukan di rumah dinasnya di Duren Tiga, seperti ia sekenarionkan sebelumnya.
Benarkah latar belakangnya begitu? Biarlah pengadilan yang membutktikan. Bukankah aneh bila ada pembunuhan berencana tanpa motif? Tulisan ini coba menguak “hajar” dan “tembak” dalam arti dan permaknaan atas kedua kata tersebut.
Kamus
Bersyukur bangsa yang senang berkias dan berbasa-basi dalam bertutur ini, memiliki banyak ahli bahasa dan Kamus hasil karya para bijak itu. Meski, mungkin, tak banyak yang berminat (kecuali yang memang menyenangi) untuk mendalami bahasa Indonesia secara keilmuan melalui pendidikan formal atau belajar sendiri (otodidak). Berbagai alasan bisa dikemukakan, termasuk soal peluang kerja.
Baca Juga: Cukai Rokok antara Kesehatan dan Pendapatan
