Kemungkinan besar yang terjadi adalah mengenai masih terjadinya tarik-menarik kepentingan, utamanya soal calon wakil presiden (cawapres) yang belum rampung. Soal calon presiden (capres) ketiga partai itu disinyalir satu frekuensi mencalonkan Anies Baswedan.

Mufakat Belum Tercapai

Wacana simulasi cawapres menguat karena belum termufakati antar partai-partai koalisi mengenai cawapres pendamping Anies. PKS menginginkan Aher yang mendampingi Anies.

Wajar saja, karena PKS ingin bisa bicara banyak di kancah nasional utamanya Pilpres. Sebab, PKS selama empat kali Pilpres hanya sebagai “pemandu sorak” semata. Peran PKS, sekadar menggenapi kebutuhan koalisi menyikapi presidential threshold semata.

PD tentunya menolak keinginan PKS. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum PD, elektabilitasnya lebih tinggi dibandingkan Ahmad Heryawan (Aher). Jangan lupakan pula, PD punya pengalaman sebagai presiden selama satu dekade lalu, ketika pilpres pertama dan kedua diselenggarakan di era reformasi ini.