Sedangkan, Nasdem cenderung berharap cawapres non-partai. Nasdem telah mendeklarasikan Anies Baswedan, maka janggal jika yang berpotensi meraup keuntungan elektoral dan cawapresnya malah partai lain. Tak mungkin, Nasdem menggelar “karpet merah” jika tanpa adanya perhitungan keuntungan.  

Hanya saja, Nasdem masih bisa menerima jika AHY yang diusung. Meski AHY belum punya pengalaman di pemerintahan sama sekali, jika dibandingkan dengan Aher. Tetapi berdasarkan ideologi antara PD dan Nasdem sama dari nasionalis. Sehingga Nasdem lebih dapat mempersiapkan diri dalam mengantisipasi kemungkinan penurunan perolehan suara di pemilu mendatang.

Baca Juga: Ngopi Ala KPU

Nasdem khawatir, jika cawapres dari PKS ketimbang PD. Jika yang diajukan kader PKS, maka Anies malah akan terlabeli sebagai capres “Islam kanan.” Label itu akan memungkinkan PKS suaranya cenderung naik. Sebab, representasi dukungan Islam kanan menguat dan terwadahi oleh PKS.

Potensi Nasdem mengalami penurunan suara drastis cukup masuk akal. Sebab, suara nasionalis yang potensial milik Nasdem mengalami pergeseran kepada partai-partai lain. Apalagi saat ini berbagai hasil survei, menunjukkan Nasdem mengalami penurunan perolehan suara, juga dikhawatirkan tak lolos ke Senayan pasca mendeklarasikan dukungan kepada Anies.