JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan cepat merespons ancaman Demam Babi Afrika (ASF) yang kini melanda Indonesia. Virus yang mematikan ini memiliki tingkat kematian 100 persen pada babi yang terinfeksi.

Walaupun ASF tidak menular ke manusia, dampaknya terhadap sektor peternakan sangat signifikan.

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M. Panggabean, menyampaikan bahwa ASF berpotensi menghancurkan perekonomian peternak.

"Kami telah meningkatkan koordinasi dengan TNI-Polri untuk memperketat pengawasan," ujarnya dalam siaran pers, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (21/12/2024).

Langkah ini bertujuan mencegah penyebaran virus melalui perbatasan dan jalur distribusi ilegal. Papua menjadi salah satu wilayah dengan kasus ASF tertinggi.