"Ya, sampai tengah malam, kadang sampai jam 01.00, karena banyak biaya-biaya yang harus dibayarkan paginya untuk sekolahnya anak-anak to, jajannya anak-anak pergi sekolah," ungkapnya.
Diketahui juga ternyata ada anaknya yang masih bayi, butuh banyak pengeluaran, sehingga menambah semangatnya untuk mencari nafkah sebagai seorang ayah yang bertanggung jawab dan cinta keluarga.
Baca Juga: Mengintip Kehidupan Manusia Gerobak di Pinggir Jalan Kendari
Dalam sehari Pak Adi biasanya bisa mendapat Rp 100.000 dan paling tinggi Rp 200.000. Namun akhir-akhir ini pendapatannya menurun, kadang hanya Rp 50.000 per hari.
"Semenjak tahun ini agak menurunmi, tidak tau juga karena apa. Mungkin karena banyakmi penjual di warung, di lorong-lorong juga itu ada penjual sayur, hampir setiap lorong ada, kalau tahun lalu kan belum ada," tuturnya.
