Emosi massa memuncak ketika berada dalam ruang gedung legislatif, namun tidak mendapati satu pun anggota DPRD Kolaka Utara yang siap menerima aspirasi mereka.
Demonstran pun memaksakan diri masuk dan menduduki ruang rapat paripurna DPRD, namun berusaha dicegat Satpol PP dan personil Polres Kolaka Utara.
"Mana anggota DPRD Kolaka Utara yang jumlahnya 25 orang? Mengapa tidak ada satu orang pun yang menerima kami. Jangan karena jumlah kami sedikit, lantas mengabaikan aspirasi yang kami bawa hari ini," teriak seorang demonstran, Aldin.
"Gedung ini milik rakyat, siapa pun berhak masuk dalam ruang ini untuk menyampaikan aspirasi masyarakat," tegasnya.
Emosi pengunjuk rasa yang mulai tidak terkendali, redah ketika mereka ditemui salah satu anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Baharuddin dan Sekertaris DPRD (Sekwan), Tahrim Hodi untuk memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran pimpinan DPRD dan ketua fraksi.
