Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara, Muhammad Endang menerangkan, pihaknya menghendaki sistem proporsional terbuka. Ia beranggapan, kelebihan dari sistem proporsional terbuka karena rakyat bisa menentukan siapa yang mewakili partai.
Ia juga menyayangkan, efek dari sistem proporsional terbuka adalah praktik politik uang. Saat ini kata Endang, orang tidak butuh lagi kapasitas, kompetensi, yang penting punya uang sudah memenuhi syarat.
“Ada satu partai yang di dalamnya itu ada caleg doktor, mantan sekda, mantan bupati, mantan Pj Kepala Bappeda, itu dikalahkan oleh anak yang belum wisuda di kampus,“ ujarnya belum lama ini.
Oleh karena itu, hal tersebut harus diperbaiki dengan cara bukan dengan sistem proporsional tertutup karena akan sama saja. Ia menawarkan dengan cara melakukan evaluasi terhadap aturan perundang-undangan. Di mana terlalu banyak wilayah abu-abu yang dimanfaatkan oleh penyelenggara maupun peserta.
Sementra Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tenggara, La Ode Alhadist Halami memberikan tanggapannya berkaitan dengan sistem proporsional tertutup, PPP sudah menyiapkan strategi A dan B.
