Terlepas dari itu, terkadang ada juga masyarakat yang memberinya makanan, ada juga yang menawarkan pekerjaan, namun pria itu dengan halus kerap menolak dengan alasan tetap ingin hidup bebas.

"Saya pernah bekerja, bantu-bantu rumah tangga. Nyapu, beres-beres. Tapi enggak betah takutnya malah jadi beban orang. Kalau sekarang saya nunggu sampah di bak, kalau ada plastik saya kumpulin," ujarnya.

Baca Juga: Ditinggal Wafat Suami, Janda Ini Bertahan Hidup dari Buruh Cuci

Salah satu warga di depan kampus UHO yang tidak mau menyebutkan namanya, pemilik warung kecil yang lokasinya di seberang jalan tempat Burhan sering lewat mencari botol plastik bekas, menceritakan kondisi Burhan. Ia mengenal Burhan sebagai orang yang tekun dan ulet dalam mencari nafkah.

"Dia makan, minum, dari saya. Sejauh yang saya tahu orangnya baik dan tidak neko-neko. Kadang kalau ada botol plastik bekas saya kumpulkan dan ketika dia lewat saya kasih sama Pak Burhan," ungkap ibu pemilik warung makan itu.