Dari 193 anjing yang termasuk dalam penelitian, setengahnya menunjukkan peningkatan aktivitas dan kecemasan dua puluh empat jam sebelum gempa bumi di wilayah Seattle.

Peneliti percaya bahwa anjing dapat mendeteksi gempa bumi karena mampu mendengar frekuensi sangat tinggi yang memungkinkan menangkap suara bernada tinggi dari bebatuan yang pecah di bawah bumi, pendahulu gempa bumi.

2. Semut kayu merah

Peneliti yakin semut mampu mendeteksi gempa bumi karena mereka memiliki kemoreseptor untuk gradien karbon dioksida dan magnetoreseptor untuk medan elektromagnetik.

Hasil ini diketahui dari penelitian ilmuwan Jerman yang memantau secara ketat perilaku semut kayu merah di Cekungan Neuwied yang aktif secara seismik di Eifel, Jerman, pada 2009-2012.