MOSCOW, TELISIK.ID - Era kepemimpinan Joe Biden di Amerika Serikat dan Vladimir Putin di Rusia, pertukaran tahanan antara kedua negara kembali mencuri perhatian dunia. Terbaru, pertukaran tahanan timur-barat yang melibatkan 26 orang terjadi di Ankara pada Kamis, 1 Agustus 2024 dengan mediasi oleh kepresidenan Turki.

Pertukaran tahanan antara AS dan Rusia memiliki sejarah panjang, melibatkan kasus-kasus spionase yang terkenal. Artikel ini akan membahas beberapa peristiwa pertukaran tahanan yang paling menonjol antara Rusia atau Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Pada Februari 1962, pertukaran tahanan besar pertama antara Uni Soviet dan Amerika Serikat terjadi. Rudolf Abel, seorang mata-mata Soviet yang dihukum, ditukar dengan Francis Gary Powers, seorang pilot Amerika yang pesawat mata-mata U-2-nya ditembak jatuh pada tahun 1960 di atas Yekaterinburg, seperti dilansir dari Tempo, Senin (5/7/2024).

Pertukaran ini berlangsung di Jembatan Glienicke, yang menandai perbatasan antara blok Timur dan Berlin Barat, dan umumnya dikenal sebagai "Jembatan Mata-Mata." Abel, seorang perwira intelijen Soviet kelahiran Inggris, pernah bekerja untuk KGB di New York. Sementara itu, Powers terjun payung ke tempat yang aman hanya untuk ditangkap oleh Soviet dan kemudian dihukum karena melakukan spionase.

Pada Juni 1985, pertukaran agen terbesar dalam sejarah terjadi. Marian Zacharski, mantan perwira intelijen Polandia yang dihukum karena melakukan spionase terhadap Amerika Serikat, ditukar bersama tiga agen Blok Timur lainnya dengan 23 orang Barat yang dipenjara karena melakukan spionase di negara-negara Pakta Warsawa. Pertukaran ini juga berlangsung di Jembatan Glienicke setelah negosiasi selama tiga tahun.