Operasi Brain Cipher tak hanya terbatas di Indonesia, mereka juga menargetkan organisasi-organisasi di seluruh dunia. Taktik mereka termasuk mencuri data sebelum mengenkripsi perangkat korban dan mengancam akan mempublikasikan data tersebut jika tebusan tidak dibayarkan.
3. Lazarus
Lazarus, kelompok hacker yang berafiliasi dengan Korea Utara, telah melakukan berbagai tindak kejahatan siber yang membuat banyak negara waspada. Kelompok ini dikenal menggunakan taktik phising untuk mengelabui korban dan mencuri data sensitif.
Salah satu operasi terbesar mereka termasuk pencucian uang melalui firma pembayaran Huione Pay di Kamboja, di mana mereka berhasil memindahkan kripto senilai lebih dari 150.000 dolar AS.
Lazarus juga terkenal karena serangan mereka terhadap perusahaan-perusahaan kripto dengan mengirim malware yang disamarkan sebagai email dari investor.
