Kulitnya yang mulai keriput, rambutnya memutih dan suaranya yang melemah, menandakan keadaannya yang sudah tak muda lagi.
Ia mencari uang untuk sesuap nasi dengan menjual hasil kebun orang lain di pasar, atau membantu tetangganya di kebun agar diberi upah.
Bukan karena tak punya keluarga, namun di antara saudaranya hanya ia yang tak pernah menyentuh bangku sekolah, sehingga selama ini bekerja sebagai petani dan buruh kasar.
Ia dan suami berpindah-pindah rumah dari satu daerah ke daerah yang dekat dengan saudaranya. Baginya dengan dekat rumah saudara ia bisa mengharapkan belas kasihan.
Walaupun ia sering mendapat perhatian dari sanak saudaranya, namun rasa tidak enak masih menyelimuti hatinya, sehingga ia tetap harus bekerja sendiri.
