Mantan senator DPD RI itu menyebut, berkat slogan Mai Te Wuna, konsep desa wisata ini akan mendongkrak perekonomiannya masyarakat karena tidak hanya tenun jadi obyeknya tapi keindahan alam juga jadi tujuan wisatawan.

"Desa Masalili akan menjadi lokomotif pengembangan destinasi berbasis desa, seperti halnya Lakarinta dan Labone yang sudah lebih dulu merintis program serupa yang bisa berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kontunaga, Andi April mengatakan, tenun Masalili sudah menjadi konsumsi nasional dan internasional. Puncak popularitasnya ketika Tenun Masalili menembus panggung mancanegara. Produk asli masyarakat Masalili ini menjadi salah satu kostum pada peragaan busana di Moskow beberapa waktu lalu.

"Insya Allah, di bawah komando Pak Rusman, program yang ada di Desa Masalili akan terus berkelanjutan," tandasnya.

Reporter: Sunaryo