Pembangunan pabrik jagung itu dalam rangka meningkatkan perekonomian petani. Kemudian, dari segi pemberdayaan masyarakat, terbukanya lapangan kerja baru.

"Dari aspek bisnis, Pemkab akan mendapatkan Pendapatan Asli daerah (PAD)," sebutnya.

Sementara itu, Kadis Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan (TPHP) Muna, La Ode Anwar Agigi menerangkan, pabrik yang dibangun dilengkapi dengan fasilitas berupa alat pengering multi guna (bisa jagung dan padi) dan alat pengolah lainnya, sehingga jagung yang dihasilkan berkualitas.

"Untuk pasaran, petani bisa langsung menjual jagungnya di pabrik. Ada investor dari PT Duta Nusa Agribisnis (DNA) yang akan menyerap produksi petani. Kita sudah kerja sama," kata Anwar.

Menurutnya, pengembangan jagung kuning dengan pendekatan hulu-hilir adalah bagian penting dari kebijakan Bupati, Rusman dan Wakil Bupati (Wabup), Bachrun Labuta untuk memposisikan jagung sebagai salah satu komoditas yang mampu mendorong kemajuan perekonomian daerah karena memiliki kelayakan teknis, sosial dan ekonomi.