TELISIK.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf mengatakan, rencana Pemerintah untuk melakukan aktivitas belajar tatap masih pro-kontra. Untuk itu, perlu dicek dan melakukan studi terkait rencana tersebut.

“Saya katakan ini pro-kontra, harus dicek melalui penelitian atau studi mana yang lebih diminta, di buka atau tidak di buka,” kata Dede Yusuf kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (30/11/2020).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, proses belajar tatap muka untuk wilayah Jakarta baiknya tidak dilakukan, karena saat ini tren positif di Ibu Kota makin meningkat dan ini berbeda dengan di daerah.

“Kalau misalnya kayak di Jakarta, mungkin jangan dibuka deh, karena penyebaran masih tinggi, itu betul,” ucapnya.

Namun, untuk di daerah lainnya selama aman boleh saja dilakukan belajar tatap muka.