Baca juga: Muhasabah: Refleksi Komunikasi Politik di Masa Pandemi
Sebuah pergantian yang sangat berisiko karena sudah pasti hadirnya “pemain” baru akan merubah pola dalam cara kerja penanganan virus COVID-19, namun dalam permainan catur dikenal ada 99 persen taktik jadi kita lihat saja bagaimana pion-pion ini mainkan dan mampu mengambil langkah-langkah taktis dalam penanganan COVID-19, walaupun tampaknya aneh (meminjam istilah mantan mahasiswa) buat saya dalam sebuah percaturan politik.
Saat ini banyak yang berharap-harap cemas apa dapat bantuan sosial (bansos) atau tidak, karena bisa jadi bansos ini akan menjadi sumber perpecahan di kampung yang disebabkan salah sasaran dan dananya disunat atau karena bukan ring satu aparat desa.
Saat ini banyak yang berpikir apakah akan salat Idul Fitri di lapangan atau di masjid atau di rumah (ikut MUI atau perintah Pemerintah Daerah). Saat ini banyak pengantin baru yang galau kapan resepsi perkawinan mereka akan dilaksanakan karena COVID-19 tidak jelas kapan perginya dan jika benar prediksi pandemi akan berakhir pada 28 Oktober 2020 (sumber: Singapore of University Tecnology and Design) maka pestanya semakin tidak jelas dan bisa jadi keburu lahir si “otong.”
Saat ini KPU RI pun dalam dilema apakah mematuhi perintah Perppu untuk melaksanakan pilkada di bulan Desember atau menolak. Pertanyaan masih adakah keberanian untuk menentukan sikap hari ini KPU RI.
