LONDON, TELISIK.ID - Di tengah perhelatan Piala Euro, kasus COVID-19 di Inggris telah meningkat empat kali lipat dalam sebulan sejak awal Juni.
Hal tersebut terungkap dalam sebuah penelitian yang dirilis hari ini, jelang rencana pemerintah membuka kembali sektor ekonomi dalam dua pekan.
Perdana Menteri Boris Johnson berencana mengakhiri pembatasan pada 19 Juli, meski data menunjukkan kasus infeksi terus meningkat.
Seperti dikutip dari Reuters, Boris mengatakan, dirinya memahami bakal ada lebih banyak kematian akibat COVID-19, namun kehidupan perlu kembali normal.
Penelitian itu, salah satu riset terbesar di Inggris, melibatkan 47.000 orang dan berlangsung pada 24 Juni-5 Juli.
