JAKARTA, TELISIK.ID - Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto beberapa waktu lalu sepakat membeli 42 unit pesawat tempur generasi 4,5 Dassault Rafale dengan meneken kontrak awal untuk enam pesawat terlebih dahulu.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan, saat ini belum ditentukan jumlah pilot untuk jet tempur ini. Namun, kata Fadjar, pihaknya sudah menyiapkan kriteria khusus untuk penerbang jet tempur 'gahar' itu.
"Ini masih kita tindak lanjuti dengan proses yang lain. Karena kita menyiapkan beberapa penerbang, tetapi kita belum tentukan jumlahnya. Tetapi secara kriteria kita sudah siapkan dan yang eligible untuk bisa berangkat," kata Fadjar saat jumpa pers di Mabes TNI AU, dilansir detik.com.
Selain itu, Fadjar belum bisa menentukan skuadron terkait hal tersebut. Sebab kata dia, menempatkan satuan udara dinilai cukup kompleks.
"Lalu juga masalah penempatan, tentunya kita tidak akan jauh-jauh dari yang sudah ada dari sekarang. Karena menempatkan satuan udara cukup kompleks, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, kecuali ke depan kita mendapat perintah untuk menggelar di mana, kita akan siap," ucapnya.
