"Kalau tujuannya bukan untuk itu ngapain dia ke Bandung, karena timsel paham bahwa hasil seleksi psikologi itu dikirim ke Setjend KPU RI. Anehnya perjalanan ke Bandung oknum timsel tersebut tidak diketahui oleh timsel lainnya, buktinya sudah kami dapatkan," ucapnya.

Atas dugaan tersebut, Aldy minta Timsel KPU Sulawesi Tenggara untuk tidak melanjutkan proses seleksi, baik itu tes kesehatan dan wawancara sebelum membuka hasil tes CAT, esai dan psikologi di hadapan publik.

"Jika timsel KPU tetap memaksakan proses seleksi dilaksanakan, maka kami dan seluruh peserta seleksi yang tidak lolos 20 besar akan menggagalkan dan menduduki Sekretariat Timsel KPU Sulawesi Tenggara," tegasnya.

Adly juga meminta Ketua dan Anggota KPU RI untuk meninjau dan mengevaluasi hasil seleksi yang telah dikeluarkan dan diputuskan Timsel KPU Sulawesi Tenggara.

"Kami minta KPU RI untuk menunda dan mengulang serta mengambil alih seluruh proses tahapan seleksi calon anggota KPU Sulawesi Tenggara periode 2023-2028 karena dinilai tidak transparan dan akuntabel," pintanya.