"Dikeluarkan dia sudah 4 bulan bekerja, hanya menjual 1 unit di bulan pertama dan tidak ada lagi penjualan di 3 bulan selanjutnya untuk catatan juga Yusniawati, walaupun tidak menjual, freelance itu tetap digaji Rp 500 ribu per bulan," bebernya.

Andi Aswar menjelaskan, sebelum Yusniawati mendengar info pengadaan unit kendaraan RS Jantung dan Pembuluh Darah Sulawesi Tenggara. Info tersebut sudah didengar oleh sales lain dan telah ada beberapa sales masuk memberikan penawaran.

"Yusniawati merasa bahwa seolah-olah hanya dia yang dengar info pengadaan ini," ungkanya.

Kata Andi Aswar, pengadaan itu merupakan sistem sewa, insentif yang dipertanyakan oleh Yusniawati ini tidak ada. Mobil dibeli oleh pihak PT Serasi Autoraya atau TRAC sebagai yang menyewakan, kemudian pihak RS Jantung menyewa di PT TRAC.

"Jadi sebenarnya yang berhubungan dengan RS Jantung ini adalah dari pihak yang menyewakan, ini mobil bukan dibeli tapi disewa sama pihak RS Jantung, karena sekarang nda adami pengadaan dalam bentuk beli. semuanya sudah sewa yang menyewakan juga itu pihak PT Serasi Autoraya atau TRAC," jelasnya.