“Karena dengan perencanaan kegiatan yang berbasis data, maka satuan pendidikan dan tenaga pendidik dapat mengidentifikasi akar masalah, melakukan refleksi dengan menganalisis data dalam rapor pendidikan," ungkap Lalan Hendrawan.
Selain itu, lanjut Lalan Hendrawan, melakukan evaluasi untuk dijadikan sebagai dasar perencanaan yang tepat dan akurat sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Terpisah, Kasi Kurikulum Dikbud Konawe, Risaldin mengungkapkan, hasil yang diharapkan dari kegiatan coaching clinic kepada satuan pendidikan, yakni dapat mengakses dan memanfaatkan raport pendidikan dalam perencanaan berbasis data.
Lanjut Risakdin, juga dapat melakukan implementasi terhadap program sekolah penggerak, kurikulum merdeka, dan pemanfaatan ARKAS dalam pengelolaan dana BOS.
Baca Juga: Pemda Konawe Usul Rp 208 Miliar Anggaran Pilkada 2024
