Dikbud juga turut membantu untuk memasarkan hasil karya siswa SMK ke Balai Layanan Umum Daerah (BLUD), yaitu Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Unit Kerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Dikbud Sulawesi Tenggara dorong setiap SMK di Bumi Anoa untuk menjalankan model pembelajaran teaching factory. Foto: Adinda Septia Putri/Telisik

 

Hal ini membuat produk yang dibuat siswa dapat dengan mudah dipasarkan dan dikenal oleh masyarakat. Bawondes mengatakan, sampai saat ini sudah ada 25 SMK yang memasarkan hasil kerja siswanya ke BLUD.

Baca Juga: Dikbud Catat 22 SMK dengan Predikat Akreditasi Mentereng di Sulawesi Tenggara 2023

Dilansir dari buku Pengembangan Teaching Factory oleh Direktorat Pembinaan SMK, Pembelajaran teaching factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.