KENDARI, TELISIK.ID - Tawuran antar pelajar kerap terjadi di Sulawesi Tenggara, beberapa penyebabnya antara lain kurangnya toleransi antar siswa. Sikap seperti ini sangat dikhawatirkan terjadi pada siswa mengingat mereka adalah bagian yang rentan terpengaruh oleh situasi.
Tawuran pelajar adalah perilaku konfrontatif atau bentrok fisik yang melibatkan siswa dari satu sekolah atau kelompok dengan siswa dari sekolah atau kelompok lain. Ini adalah masalah serius yang dapat membawa dampak negatif pada siswa, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan.
Mengintegrasikan pendidikan Pancasila dalam sistem pendidikan, dapat menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah tawuran pelajar. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia, mengandung nilai-nilai yang dapat membentuk karakter dan perilaku positif.
Selain itu, moderasi beragama di sekolah jadi salah satu strategi untuk pendekatan dengan tujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang menghormati dan memahami keberagaman agama tanpa memihak pada satu agama tertentu. Hal ini penting untuk mempromosikan toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, serta kerukunan antar siswa dari berbagai latar belakang agama.
