Fokus Terpecah karena Gibran  

Pergerakan dan dinamika dari koalisi maupun partai politik sebagai koordinator atas pasangan calon. Jika kita simak awal dari pasca pendaftaran calon bahwa asumsi dirinya diprediksi yang kemungkinan masuk dua besar untuk lanjut putaran kedua, jika merujuk berbagai hasil survei adalah pasangan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud MD, sebab keduanya acap dikategorikan peringkat satu dan kedua, sedangkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dikategorikan peringkat ketiga.  

Hanya saja, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) malah jumawa, lalu mengesankan mengabaikan kehadiran dari pasangan AMIN. Pasangan Ganjar-Mahfud MD lebih fokus kepada Prabowo-Gibran. Pasca Gibran dipinang oleh Prabowo dan Koalisi Indonesia Maju (KIM). Langkah PDIP lebih fokus kepada Prabowo-Gibran karena mereka tersengat oleh ulah Gibran yang tak lagi satu rampak barisan mendukung keputusan PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres.  

Disisi berikutnya, PDIP merasa Mahfud MD adalah cawapres yang akan otomatis menyebabkan koalisi pasangan Ganjar-Mahfud MD pasti menang. Hitung-hitungan ini membuat mereka mengabaikan AMIN, sehingga dibayangan PDIP bahwa Putaran kedua, PDIP dengan pasangan Ganjar-Mahfud MD akan berhadapan dengan pasangan Prabowo-Gibran.

Padahal jika dicermati bahwa dimajukan Gibran sebagai cawapres dari Prabowo, menjelaskan Jokowi malah pesimis dengan capres Ganjar. Oleh sebab itu, Jokowi lebih meyakini bahwa Prabowo-Gibran yang punya potensi besar masuk putaran kedua ketimbang Ganjar-Mahfud.