"Bukan hanya para peneliti bahkan tingkat masyarakat umum bisa berkontribusi untuk pencegahan kasus DBD," ujarnya.
Namun, kata Elfi, salah satu kendala untuk membuat tim kerja sama adalah terkait anggaran, apalagi saat ini adalah tahun politik yang tentunya anggaran yang ada tidak akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya.
Kendati demikian, Dinkes Kendari terus berupaya untuk bekerja sama dengan lembaga penelitian.
Baca Juga: Cegah penyebaran DBD, Fogging Dilakukan di 125 Titik di Kota Kendari
Salah seorang pakar nyamuk yang sudah berkecimpung 8 tahun dalam penelitian nyamuk, Muhammad Sultanul Aulya mengatakan, dirinya sangat siap untuk terlibat dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus DBD.
