"Kapobhelo ini sudah lama dilaksanakan. Awalnya dari orang tua kita terdahulu, manfaatnya agar anak kita itu sehat walhafiat," tuturnya, Senin (15/4/2024).

Lebih lanjut, pria paruh baya itu menambahkan, Kapobhelo ini hal yang mutlak bagi masyarakat Muna.

Baca Juga: Arus Balik Raha ke Kendari Membludak, Penumpang Nyaris Pingsan

"Meskipun orang Muna menikah dengan orang dari suku lain, tetap harus dilaksanakan Kapobhelo. Karena ia masih memiliki darah Muna," tambahnya.

Sementara itu, tokoh adat Desa Banggai, La Sangu mengatakan, tradisi Kapobhelo sebagai ajang untuk mendoakan hal-hal baik untuk seorang anak kepada yang Maha Kuasa.