“Kami memiliki 13 dermaga penyeberangan yang biasanya padat, seperti di Amolengo, Labuan, Torobulu Tampo, Raha, Bau-Bau Wara, dan Kendari Wawonii,” ungkap Rajulan, Kamis (12/12/2024).
Mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Dishub Sultra berencana menambah trip pada rute-rute yang padat. Misalnya, di pelabuhan yang biasanya hanya melayani dua trip sehari, akan ditambah menjadi lebih dari dua trip jika diperlukan.
“Karena kami tidak menambah armada, maka kami akan memaksimalkan trip yang ada. Pegawai kami akan bekerja ekstra dan stand by 24 jam untuk memastikan kelancaran transportasi tanpa terikat pada jadwal yang biasa,” tambah Rajulan.
Dishub Sultra juga telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti penyedia armada laut (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan atau ASDP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), serta pihak keamanan dari Polri dan TNI.
Koordinasi ini dimaksudkan untuk memastikan semua pihak dapat bekerja sama dengan baik dalam menjaga kelancaran arus transportasi.
