Sejak Ayahnya meninggal dunia, Akbar tinggal di satu kebun bersama adik-adiknya. Mereka membuat rumah dari papan dengan desain ala kadarnya.
Baca juga: Minim Penghasilan, Petani Rumput Laut Ini Tetap Berjuang Sekolahkan Keempat Anaknya
"Bapak pernah berpesan, bahwa jadilah anak yang bisa bertanggung jawab, karena kamu adalah darah daging ayah," ucapnya Akbar menirukan ucapan Almarhum Ayahnya.
Sebagai pedagang nanas, Akbar juga kerap dirundung rasa khawatir lantaran takut tidak bisa menguliahkan adik-adiknya sampai ke perguruan tinggi. Mengingat, penghasilan yang didapatkan dari berjualan nanas tidaklah menentu.
“Sehari nggak tentu, kadang Rp 250 ribu, kadang Rp 300 ribu. Kadang juga kalau lagi ramai bisa Rp 450 ribu. Yah, tergantung rezeki. Saya mulai jualan itu jam 7 pagi sampai jam 6 sore,” ujarnya, Rabu (23/12/2020).
