KENDARI, TELISIK.ID - Secara fitrahnya, tidak ada satu pun orang yang suka dengan perbuatan maksiat, namun kenyataannya ada saja orang yang selalu berlaku buruk.
Lantas, bagaimana menyikapi orang yang suka melakukan kemaksiatan dan bolehkah didoakan keburukan atasnya?
Pembina Majelis Nurul Ilmi Kendari, Ustadz Mahyuddin mengatakan, seseorang yang mendoakan orang yang telah melakukan banyak kezaliman atau kemaksiatan pada dasarnya memang ada dalam al-Quran.
Tepatnya di permulaan juz ke-6, Allah berfirman yang artinya, "Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Nisa': 148).
Kemudian, ia melanjutkan, Ibnu Abbas berkata tentang ayat ini, bahwa Allah tidak suka seseorang mendoakan keburukan untuk selainnya, kecuali ia dalam keadaan dizalimi. Allah memberikan keringanan baginya untuk mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya dan itu ditunjukkan oleh firman-Nya, "Kecuali oleh orang yang dianiaya." (namun), jika bersabar maka itu lebih baik baginya. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir terhadap ayat di atas).
