Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan membuka wawasan masyarakat tentang cara mengolah limbah yang selama ini dianggap sampah.Safuan menjelaskan bahwa Kelurahan Mokoau dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena potensi limbah yang cukup besar, sejalan dengan jumlah penduduk yang banyak.
Masyarakat sebelumnya pernah dilatih mengenai pemanfaatan limbah organik, tetapi kegiatan KKN ini memberikan ilmu dan teknik baru dalam pengelolaan limbah rumah tangga.
Salah satu mahasiswa KKN, Al Adlin, mengatakan bahwa sisa nasi dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan mikro organisme lokal (MOL), yang berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik.
“MOL dapat membantu mengurai limbah rumah tangga menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman,” ujarnya.
Koordinator desa KKN Tematik, Wahyudi, menambahkan bahwa peran masyarakat dan perguruan tinggi sangat penting untuk mengurangi sampah. “Masyarakat perlu memandang sampah organik sebagai sesuatu yang memiliki nilai manfaat,” katanya.
