KENDARI, TELISIK.ID - DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara angkat bicara terkait lonjakan harga beras di beberapa daerah Sulawesi Tenggara. Ketua Komisi II, Farhana Mallawangan mengungkapkan, kenaikan harga beras di pasaran tidak perlu dikhawatirkan, karena stok beras di Bulog Sulawesi Tenggara masih cukup.

Ia juga mengatakan bahwa kenaikan harga beras sudah menjadi hal biasa di saat panen padi belum ramai. Sesuai Informasi dari Dinas Pertanian, di bulan September ini sudah mulai panen. Dan agar stok beras di pasaran kembali stabil, Bulog harus segera menyerap beras petani.

"Untuk stok beras saat ini tersedia 9.000 ton, dan akan disalurkan paling cepat di bulan September, paling lambat Oktober, untuk menekan inflasi dari sektor beras," bebernya, melalui pesan WhatsApp, Minggu (17/9/2023).

Baca Juga: Implementasi Nilai Humanis, Kakanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara Sidak Lapas Kendari

Sebagai informasi, beberapa minggu terakhir masyarakat dikagetkan dengan melonjaknya harga beras di beberapa daerah Sulawesi Tenggara.