Yang lebih menyakitkan, lanjutnya, Lukman Edy menuduh PKB meninggalkan warga Nahdliyin sebagai objek utama yang diperjuangkan dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Baru Pertama Kali Golkar-Demokrat Berkoalisi di Muna, Siap Menangkan Ihsan-AJB di Pilkada 2024

Pria yang akrab disapa Bang Jay ini menegaskan bahwa PKB baik di level pusat maupun daerah tidak se-inci pun meninggalkan warga NU untuk diperjuangkan baik di level kebijakan maupun program.

Mulai di level pusat maupun daerah, hingga di level eksekutif maupun legislatif, semua kader PKB bahu-membahu memperjuangkan warga NU maupun elemen masyarakat lainnya.

"Kalau di pusat sahabat-sahabat legislator memperjuangkan lahirnya UU Pesantren maupun Dana Abadi Pesantren, kami di Sulawesi Tenggara ini konsen mengawal program beasiswa madrasah diniyah dalam APBD. Dan itu semua untuk Nahdliyin. Lalu kami dituding meninggalkan Nahdliyin itu kan menyakitkan," katanya.