"Kasus DBD pada tahun 2018 memang cukup tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun setelahnya," ujarnya.
Baca Juga: Besok, Disperindag Sultra Siapkan 1200 Nomor Antrian Pasar Murah Minyak Goreng
Rahminingrum juga menjelaskan, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti ini bisa menyerang siapa saja.
Meski begitu, kebanyakan pasien DBD adalah seseorang dengan usia produktif yang mobilitasnya tinggi.
"Nyamuk aedes aegypti itu kan menggigit pada pagi dan sore hari, jadi kalau beraktivitas di waktu-waktu tersebut bisa saja terkena," katanya.
